|
Dengan NamaMu Ya Allah aku memulakan bicara...mengungkap segala apa yang terbuku di dalam dada
Alhamdulillah...hari ini telah 18 hari berlalu, dan kita semua masih meneruskan perjuangan mendidik jiwa mencari keredhaan di bulan Ramadhan yang mulia ini :)
Sepanjang dua hari ini, tiada apa sangat yang berlaku, seperti biasa, menghabiskan waktu di sekolah, bersama teman-teman, dan juga mendapat keputusan peperiksaan prilim yang lalu. Subhanallah~ Keputusannya...teruk benar... Mungkin masih tidak cukup lagi usaha, dan mungkin masih belum berjaya mendidik jiwa supaya lebih rajin belajar?
"...Ya Allah~ hambaMu ini memohon dariMu agar dipinjamkan sedikit kekuatan untuk kami semua mengharungi perjuangan ini..."
Buat semua teman-teman...usah berputus asa SEKARANG, InsyaAllah, selagi ada nafas,waktu itu masih ada, dan kita masih ada sedikit lagi waktu untuk bangkit semula dan teruskan perjuangan!
" La Takhaf, Innallaha Ma'ana! "
"...Tinggal hanya dua hari lagi..."
Subhanallah, begitu cepat masa berlalu. Tidak ku duga, pertemuan antara kita akan berhenti seketika... Buat teman-temanku, redhakanlah perpisahan ini, kerna sesungguhnya setiap pertemuan dan perpisahan akan menjadi sesuatu yang indah, andai ianya tidak lain hanya kerana Allah... Dan lagu di bawah ini, aku tujukan khas buat sekalian akhawatku serta sahabat-sahabatku di luar sana...
SEBUAH PERTEMUAN
Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Adakalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan
Bagaikan terdengar bisikan ridu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan
Tikaku kealpaan kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan tika aku diuji sengan dugaan
Saatku kehilangan keyakinan kau nyalakan harapan
Saatku meragukan keampuanan Tuhan
Kau katakan RahmahNya mengatasi segala
Menitis air mataku keharuan
kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan
Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahgiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan Rahmat kasihMu oh Tuhan
Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati yang dulu resah keliru
Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina
Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekatiNya
Tika diri dalam kebuntuan
Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi
Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasihMu oh Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
bernama TEMAN...
" Erti persahabatan antara kita takkan mampu ditafsirkan dengan kata-kata...Gambaran keindahannya tidak mampu dilukiskan di atas sebuah kanvas dan kemanisan ukhuwah antara kita tidak akan boleh dicoretkan di atas sehelai kertas..."
|